| Suasana eksekusi rumah di Maasing kecamatan Tuminting Manado (foto beritamanado) |
Manado - Diduga semena-mena dalam melakukan eksekusi rumah di kecamatan Tuminting, Jimmy Tindi mantan aktivis mahasiswa mengecam sikap aparat kepolisian tersebut. Bagi Jim sapaan akrab mantan ketua Partai Rakyat Demokrat (PRD) Sulut, polisi tak harus se-enaknya kepada rakyat.
”Bagaimana mau jadi contoh bagi rakyat kalau toh dalam menjalankan
aturan seperti itu, apakah ini polisi atau preman? Kok sebagai abdi
negara bertindak anarkis para rakyatnya seperti itu, kami mengutuk
tindakan kepolisian saat melakukan eksekusi rumah milik orang tua Pitres Sombowadile pagi hingga sore ini,” ujar Jim.
Aktivis LSM
itu meminta kepolisian merubah sikap dan melakukan koreksi agar tidak
menjadi ”macan” bagi rakyat. Ditambahkannya manakala polisi bertindak
arogan, maka rakyat akan melakukan perlawanan dan apa jadinya negara
ini.
”Jangan seola-olah menjadi ”macan”, polisi harus menjadi pengayom
bagi rakyat, bukan kemudian menakut-nakuti rakyat. Kalau terjadi semacam
ini kami yakin rakyat akan mengepalkan tangan dan merapatkan barisan
untuk melakukan perlawanan dengan aparat negara yakni polisi, kami
tegaskan dan kami minta agar polisi lebih santun lagi, dan punya nurani
jika melakukan eksekusi tanah,” urai Jim pada BeritaMana.com.(amc)
Posting Komentar